Mobile Learning

A. Pengertian
Mobile learning (m-learning) adalah pembelajaran yang memanfaatkan teknologi dan perangkat mobile. Dalam hal ini, perangkat tersebut dapat berupa PDA, telepon seluler, laptop, tablet PC, dan sebagainya. Dengan mobile learning, pengguna dapat mengakses konten pembelajaran di mana saja dan kapan saja, tanpa harus mengunjungi suatu tempat tertentu pada waktu tertentu. Jadi, pengguna dapat mengakses konten pendidikan tanpa terikat ruang dan waktu. Hardhono dan Darmayanti (2002)

Berdasarkan definisi tersebut, mobile learning merupakan model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Pada konsep pembelajaran tersebut mobile learning membawa manfaat ketersediaan materi ajar yang dapat diakses setiap saat dan visualisasi materi yang menarik. Beberapa kemampuan penting yang harus disediakan oleh perangkat pembelajaran m-learning adalah adanya kemampuan untuk terkoneksi ke peralatan lain terutama komputer, kemampuan menyajikan informasi pembelajaran dan kemampuan untuk merealisasikan komunikasi bila teralantara pengajar dan pembelajar. 

Tujuan dari pengembangan mobile learning sendiri adalah proses belajar sepanjang waktu (long life learning), siswa/mahasiswa dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran, menghemat waktu karena apabila diterapkan dalam proses belajar maka mahasiswa tidak perlu harus hadir di kelas hanya untuk mengumpulkan tugas, cukup tugas tersebut dikirim melalui aplikasi pada mobile phone yang secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas proses belajar itu sendiri.

B. Fungsi dan Manfaat Mobile Learning Dalam Pembelajaran
1.      Suplemen (tambahan)
Mobile Learning berfungsi sebagai suplement (tambahan), yaitu: peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi Mobile Learning atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi Mobile Learning. Sekalipun sifatnya opsional, peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan.
2.      Komplemen (pelengkap)
Mobile Learning berfungsi sebagai komplemen (pelengkap), yaitu: materinya diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima peserta didik di dalam kelas. Di sini berarti materi Mobile Learning diprogramkan untuk menjadi materi reinforcement (penguatan) atau remedial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional.
3.      Substitusi (pengganti)
Beberapa perguruan tinggi di negara-negara maju memberikan beberapa alternative model kegiatan pembelajaran kepada para peserta didik /siswanya. Tujuannya agar para peserta didik dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktifitas sehari-hari peserta didik. 

C. Jenis Konten
Konten yang digunakan dalam pembelajaran m learning adalah :
  1. Teks.
  2. Gambar.
  3. Audio.
  4. Video.
  5. Aplikasi Perangkat Lunak.
D. Pembelajaran Mobile Learning
M-Learning adalah pembelajaran yang unik karna dalam pembelajaran dapat mengakses materi pembelajaran, arahan dan aplikasi yang berkaitan dengan pembelajaran kapan pun dan dimana pun. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di dalam dunia pendidikan terus berkembang dalam berbagai strategi dan pola, yang pada dasarnya dapat dikelompokkan ke dalam sistem e-Learning sebagai bentuk pembelajaran yang memanfaatkan perangkat elektronik dan media digital, maupun mobile learning (m-learning) sebagai bentuk pembelajaran yang khusus memanfaatkan perangkat dan teknologi komunikasi bergerak. 

Konsep pembelajaran mobile learning membawa manfaat ketersediaan materi ajar yang dapat di akses setiap saat dan visualisasi materi yang menarik. Istilah M-Learning atau Mobile Learning merujuk pada penggunaan perangkat genggam seperti PDA, ponsel, laptop dan perangkat teknologi informasi yang akan banyak digunakan dalam belajar mengajar, dalam hal ini kita fokuskan pada perangkat handphone (telepon genggam).

Tujuan dari pengembangan mobile learning sendiri adalah proses belajar sepanjang waktu (long life learning), siswa/mahasiswa dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran, menghemat waktu karena apabila diterapkan dalam proses belajar maka mahasiswa tidak perlu harus hadir di kelas hanya untuk mengumpulkan tugas, cukup tugas tersebut dikirim melalui aplikasi pada mobile phone yang secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas proses belajar itu sendiri.

E. Kelebihan dan kekurangan
Berikut adalah kelebihan dari m-learning, yaitu :
  1. Mempunyai sifat yang fleksibel sehingga memudahkan pengguna dalam mengakses kapanpun dan dimanapun.
  2. Ukuran perangkatnya yang lebih kecil.
  3. Kebanyakan divias bergerak mempunyai harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan PC desktop.
  4. Dapat mencakup banyak pengikut sebab m learning telah menyediakan teknologi yang dapat digunakan sehari-hari.
Berikut kekurangan m-learning dan cara penanggulannya
  1. Masalah media input atau output yang terbatas atau hanya terdiri dari beberapa tombol saja , hal ini bisa diatasi dengan adanya teknologi layar sentuh (touchscreen) maupun virtual keyboard.
  2. Keterbatasan dalam ketersediaan catu daya, hal ini bisa teratasi dengan adanya pemanfaatan sumber daya alternatif yang praktis, mudah didapat dan mudah dibawa, misalnya baterai cair, tenaga gerak manusia, tenaga matahari dan lain-lain.
F. Kesimpulan
Mobile learning (m-learning) adalah pembelajaran yang memanfaatkan teknologi dan perangkat mobile. Dalam hal ini, perangkat tersebut dapat berupa PDA, telepon seluler, laptop, tablet PC, dan sebagainya. Dengan mobile learning, pengguna dapat mengakses konten pembelajaran di mana saja dan kapan saja, tanpa harus mengunjungi suatu tempat tertentu pada waktu tertentu. Jadi, pengguna dapat mengakses konten pendidikan tanpa terikat ruang dan waktu.
Terdapat tiga fungsi Mobile Learning dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas (classroom instruction), yaitu sebagai suplement (tambahan) yang sifatnya pilihan (opsional), pelengkap (komplemen), atau pengganti (substitusi). Mobile Learning dapat dimanfaatkan dan dikembangkan dalam membentuk budaya belajar baru yang lebih modern, demokratis dan mendidik. Budaya belajar adalah bagian kecil dari budaya masyarakat. Budaya masyarakat diartikan sebagai keterpaduan keseluruhan objek, ide, pengetahuan, lembaga, cara mengerjakan sesuatu, kebiasaan, pola perilaku, nilai, dan sikap tiap generasi dalam suatu masyarakat.
Mobile Learning diharapkan akan dapat menjadi sumber belajar alternatif yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses dan hasil belajar peserta didik di Indonesia di masa datang.

Reff :
  • Nurdin, system komunikasi Indonesia, Jakarta: rajawali pers 2015
  • Riyana Cepi, 2009. TIK Dalam Pendidikan. Bandung:PT.KARYA NUSA
selengkapnya » Mobile Learning

Multimedia Interaktif

Dalam proses belajar dan mengajar dikelas, seorang guru wajib menyediakan media pembelajaran yang menarik kepada murid-muridnya agar tujuan pembelajaran tersebut tercapai. Dengan adanya media yang mendukung proses belajar mengajar maka siswa dapat lebih mudah memahami pelajaran yang diberikan. Bukan hanya itu guru pun akan lebih mudah dalam penyampaian materi pelajaran yang akan diajarkan.
Dalam media pembelajaran ada beberapa jenis media pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru. Yakni salah satunya adalah “Multimedia Interaktif”. Dalam posting ini kita akan membahas apa itu pengertian multimedia juga kelebihan dan kekurangannya.

Defenisi Multimedia Menurut Para Ahli
  1. Steinmetz (1995): Multimedia adalah gabungan dari seminimalnya sebuah media diskrit dan sebuah media kontinu. Media diskrit adalah sebuah media dimana validitas datanya tidak tergantung dari kondisi waktu, termasuk didalamnya teks dan grafik. Sedangkan yang dimaksud dengan media kontinu adalah sebuah media dimana validitas datanya tergantung dari kondisi waktu, termasuk di dalamnya suara dan video.
  2. Najjar (1996): Multimedia adalah Penyampaian informasi menggunakan gabungan dari teks, grafik, suara, video dan animasi.
  3. Menurut Robin dan Linda (seperti dikutip Benardo, 2011) Multimedia interaktif adalah alat yang dapat menciptakan persentasi yang dinamis dan interaktif, yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan gambar video.
  4. Menurut Hofstetter (seperti dikutip Benardo, 2011) Multimedia interaktif adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, gambar bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berintraksi, berkreasi dan berkomunikasi
Jadi bisa disimpulkan multimedia interaktif adalah media yang menggabungkan teks, grafik, video, animasi dan suara. Untuk menyampaikan suatu pesan dan informasi,  melalui media elektronik seperti komputer dan perangkat elektronik lainnya.

Selain kombinasi dari objek-objek multimedia tersebut, terdapat juga 4 komponen yang penting lainnya, yaitu:
  1. Adanya komputer untuk mengatur apa yang akan dilihat dan didengar, dan apa yang akan berinteraksi dengan penggunanya.
  2. Adanya link-link yang menghubungkan informasi-informasi yang tersedia.
  3. Adanya tool-tool navigasi bagi pengguna agar dapat menggunakan informasi yang tersedia.
  4. Adanya prosedur bagi pengguna untuk mengumpulkan, memproses dan menyampaikan informasi dan ide-idenya.
Dengan penggunaan multimedia, penyampaian informasi di kelas akan menjadi lebih menarik dan mempermudah pengguna dalam mendapatkan informasi tersebut. Seperti yang disebutkan dalam laporan hasil penelitian yang dikeluarkan oleh Computer Technology Research (Hofstetter, p4) bahwa seseorang hanya akan mendapatkan 20% dari apa yang mereka lihat dan 30% dari yang mereka dengar. Sedangkan melalui multimedia akan mendapatkan 50% dari apa yang mereka lihat dan dengar, sampai 80% dari apa yang mereka lihat, dengar dan berinteraksi dengan pada waktu yang sama.

Jenis Multimedia Interaktif
Menurut Suyanto (seperti dikutip Benardo, 2011) jenis multimedia interaktif terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
  1. Multimedia Interaktif Online, adalah media interaktif yang cara penyampaiannya melalui jalur/kawat/saluran/jaringan.  Contohnya situs Web, Yahoo Messengers, dan lain sebagainya. Jenis media ini termasuk media lini atas, yang komunitas sasarannya luas, dan  mencakup masyarakat luas.
  2. Multimedia Interaktif Offline, adalah media interaktif yang cara penyampainnya tidak melalui jalur/kawat/saluran/  jaringan. Contohnya CD interaktif : Company Profile, Media Pembelajaran. Media ini termasuk media lini bawah karena sasarannya, tidak terlalu luas dan hanya mencakup masyarakat pada daerah tertentu saja.
Komponen-komponen Multimedia
Menurut James A. Senn, multimedia terdiri dalam beberapa Komponen, berikut Komponen – komponen / Elemen – elemen Multimedia diantaranya adalah:
1. Teks
Teks merupakan elemen multimedia yang menjadi dasar untuk menyampaikan informasi, karena teks adalah jenis data yang paling sederhana dan membutuhkan tempat penyimpanan yang paling kecil. Teks
merupakan cara yang paling efektif dalam mengemukakan ide-ide kepada pengguna, sehingga penyampaian informasi akan lebih mudah dimengerti oleh masyarakat. Jenis-jenis teks seperti Printed Text, yaitu teks yang dihasilkan oleh word processor atau word editor dengan cara diketik yang nantinya dapat dicetak. Scanned Text yaitu teks yang dihasilkan melalui proses scanning tanpa pengetikan. Dan Hypertext yaitu jenis teks yang memberikan link ke suatu tempat / meloncat ke topik tertentu.
2. Suara/Audio
Teknologi audio juga berperan penting dalam penyampaian informasi, tanpa adanya audio / suara dalam sebuah multimedia maka hasilnya tidak lengkap. Suara atau audio di dalam multimedia biasanya berupa suara musik, suara dari voice record maupun efek–efek suara lain.
Penyajian audio merupakan cara lain untuk memperjelas pengertian suatu informasi. Misalnya, narasi adalah kelengkapan dari penjelasan yang dilihat melalui video. Suara dapat lebih menjelaskan karakteristik suatu gambar, misalnya musik, sound effect, maupun suara asli (real sound).
3. Grafik (image)
Sangat bermanfaat untuk mengilustrasi informasi yang akan disampaikan terutama informasi yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Jenis-jenis grafik seperti bitmap yaitu gambar yang disimpan dalam bentuk kumpulan pixel, yang berkaitan dengan titik-titik pada layar monitor. Digitized picture adalah gambar hasil rekaman video atau kamera yang dipindahkan ke komputer dan diubah ke dalam bentuk bitmaps. Hyperpictures, sama seperti hypertext hanya saja dalam bentuk gambar.
4. Video
Video Terdiri atas life-video dan full-motion. Live-video merupakan hasil pemrosesan yang diperoleh dari kamera, sedangkan Full-motion video berhubungan dengan penyimpanan sebagai video clip. Beberapa authoring tool dapat menggunakan full-motion video, seperti hasil rekaman menggunakan VCR, yang dapat menyajikan gambar bergerak dengan kualitas tinggi.
5. Animasi
Animasi dibuat dengan menggambar secara manual frame tiap frame selama durasi animasi tersebut. Untuk membuat ilusi gerakan. gambar ditampilkan pada layer komputer kemudian diganti secara terus menerus dengan gambar baru yang menyerupai gambar sebelumnya, dengan sedikit perbedaan (misal sedikit perbedaan pada gerakan kaki).
Multimedia interaktif membuat pelajar mengerti isi pelajaran, membuat siswa mengingat dengan mudah tentang isi pelajaran, menyampaikan isi pelajaran dengan canggih dan berkesan, mampu menjadi sumber pengetahuan, mampu menunjukkan dunia sekitar yang kaya dengan ilmu pengetahuan, mampu menghibur selama proses pembelajaran,  membuat terjadinya interakti antara siswa dengan teknologi terkini, memberi peluang kepada guru untuk mengubah kaidah pengajaran dan membuat proses belajar dan mengajar menjadi lebih menyenangkan.

Berikut ini kelebihan dan kekurangannya multimedia interaktif.
Kelebihan :
  1. Menarik perhatian, karena manusia memiliki keterbatasan pada daya ingat.
  2. Media alternatif dalam penyampaian pesan, karena multimedia diperkuat dengan teks, suara, gambar, video dan animasi.
  3. Meningkatkan kualitas penyampaian informasi
  4. Interaktif
Kekurangan :
  1. Design yang buruk akan menyebabkan kebingungan dan kebosanan atau pesan yang tidak tersampaikan dengan baik.
  2. Kendala bagi orang yang memiliki terbatas seperti cacat fisik.
  3. Tuntunan terhadap spesifikasi komputer yang memadai.
Kelebihan dan kekurangan dari multimedia interaktif sendiri ada karena faktor dari manusianya sendiri, sama seperti halnya pembuatan multimedia sendiri dikarenakan kekurangan manusia sendiri ketika mendapatkan sesuatu. Nah, itulah penjelasan mengenai multimedia. Terima kasih telah membaca artikel di atas dan semoga artikel ini bisa bermanfaat atau paling tidak hitung-hitung menambah wawasan.

Untuk sekedar pengenalan berikut silahkan download contoh multimedia interaktif 

Reff :
  1. Hamalik, O. (2008). Proses belajar mengajar. Jakarta : Bumi Aksara.
  2. Eliza, F. (2013). Pengembangan bahan ajar berbasis multimedia interaktif mata kuliah gambar listrik yang menggunakan Autocad pada program studi pendidikan teknik elektro FT UNP. Jurnal teknologi informasi & pendidikan, 6 (2), hlm. 63-89.
selengkapnya » Multimedia Interaktif

Tutorial dan Contoh Review Jurnal



I. PENGERTIAN
Review jurnal adalah tulisan yang merangkum dan menilai artikel orang lain. Tujuan dari penugasan review artikel adalah untuk membuat pelajar/mahasiswa terbiasa dengan karya-karya para spesialis terkenal di bidang tertentu. Spesialis ini juga harus meninjau artikel masing-masing secara teratur. Untuk meringkas artikel dengan tepat, orang perlu memahami esensi dari karya, argumennya, dan poin utamanya.

Review artikel dalam jurnal akademik menganalisis atau mendiskusikan penelitian yang sebelumnya diterbitkan oleh orang lain, bukan untuk melaporkan hasil eksperimen baru. Pendapat seorang ahli itu berharga, tetapi penilaian seorang ahli tentang literatur bisa lebih berharga.

Review atau ulasan artikel bisa dalam bentuk tinjauan pustaka/literatur dan, lebih khusus lagi, tinjauan sistematis; keduanya adalah bentuk literatur sekunder. Tinjauan literatur memberikan ringkasan tentang apa yang menurut penulis merupakan publikasi terbaik dan paling relevan sebelumnya.

Sedangkan tinjauan sistematis menentukan daftar kriteria objektif, dan menemukan semua makalah eksperimental asli yang diterbitkan sebelumnya yang memenuhi kriteria; mereka kemudian membandingkan hasil yang disajikan dalam makalah ini.


Jadi, Review jurnal dapat didefinisikan sebagai sebuah teks yang dibuat untuk memberikan tinjauan pada suatu jurnal untuk mengetahui kelebihan, kekurangan serta kualitas yang dimiliki oleh suatu jurnal. Pada umumnya, review jurnal mempunyai tujuan agar memberikan sedikit informasi, gambaran dan gagasan tentang suatu jurnal yang telah dibuat. (Sumber)

II. LANGKAH-LANGKAH

A. Membaca Teks Secara Aktif

Adapun untuk tahapan dalam proses mereview jurnal dengan membaca teks secara lengsung terdiri atas beragam bagian, antara lain;

Biasakan diri Anda dengan panduan gaya publikasi Anda

Jika Anda menerbitkan ulasan Anda, periksa format dan pedoman gaya jurnal terlebih dahulu. Membiasakan diri dengan standar publikasi akan memberi Anda gagasan tentang cara mengevaluasi artikel dan menyusun ulasan Anda. Membiasakan diri dengan format dan pedoman gaya sangat penting jika Anda belum pernah menerbitkan jurnal itu di masa lalu.

Misalnya, jurnal mungkin mengharuskan Anda untuk merekomendasikan artikel untuk publikasi, memenuhi jumlah kata tertentu, atau memberikan revisi yang harus dilakukan penulis. Jika Anda meninjau artikel jurnal untuk tugas sekolah, biasakan diri Anda dengan panduan yang diberikan dosen Anda.

Baca sekilas artikel untuk mengetahui organisasinya

Pertama, lihat artikel jurnal dan coba lacak logikanya. Baca judul, abstrak, dan heading untuk mengetahui bagaimana artikel disusun. Dalam melakukan skimming awal, identifikasi pertanyaan atau masalah yang dibahas oleh artikel.

Berikan artikel yang cepat, sekali baca

Setelah membaca sekilas, baca artikel dari awal hingga akhir untuk mengembangkan kesan keseluruhan. Pada tahap ini, identifikasi tesis artikel, atau argumen utama, dan sorot atau garis bawahi di tempat yang dinyatakan dalam pendahuluan dan kesimpulan.

Baca kembali artikel dan catat

Setelah membacanya secara lengkap, teliti bagian artikel bagian demi bagian. Anda dapat mencetak salinan dan menulis catatan dan komentar di bagian margin (tepi). Jika Anda lebih suka bekerja dengan salinan digital, tulislah catatan dan komentar Anda dalam dokumen kata.

Sambil membaca artikel secara lebih mendalam, ukur apakah dan seberapa baik artikel tersebut menyelesaikan masalah utamanya. Tanyakan kepada diri sendiri, “Apakah penyelidikan ini penting, dan apakah itu berkontribusi secara unik di bidangnya?”. Pada tahap ini, catat setiap inkonsistensi terminologis, masalah organisasi, kesalahan ketik, dan masalah pemformatan.

B. Mengevaluasi Artikel

Untuk proses dalam mengevaluasi artikel yang akan dijadikan sebagai bagian tips mereview jurnal, antara lain adalah sebagai berikut;

1. Putuskan seberapa baik abstrak dan pengantar memetakan artikel

Periksa abstrak dan pendahuluan secara detail. Tanyakan pada diri sendiri hal-hal berikut:
  • Seberapa baik abstrak merangkum artikel, masalah yang dibahas, teknik, hasil, dan signifikansinya? Misalnya, Anda mungkin menemukan bahwa abstrak menggambarkan topik penelitian farmasi dan melompat ke hasil tanpa mendiskusikan metode percobaan dengan banyak detail.
  • Apakah pendahuluan memetakan struktur artikel? Apakah itu dengan jelas meletakkan dasar? Pendahuluan yang baik memberi Anda gagasan yang jelas tentang apa yang diharapkan di bagian selanjutnya. Mungkin menyatakan masalah dan hipotesis, jelaskan secara singkat metode penelitian, kemudian nyatakan apakah percobaan membuktikan atau membantah hipotesis penelitian.

2. Evaluasi referensi artikel dan tinjauan pustaka

Sebagian besar artikel jurnal mencakup tinjauan literatur yang ada sejak awal dan, di seluruh, mengutip karya ilmiah sebelumnya. Tentukan apakah sumber yang dirujuknya berwibawa, seberapa baik tinjauan pustaka meringkas sumber, dan apakah sumber menempatkan artikel di bidang penelitian atau hanya menyebutkan nama-nama terkenal.

Jika perlu, luangkan waktu untuk membaca salinan sumber artikel sehingga Anda dapat lebih memahami literatur topik yang ada.

3. Periksa metodenya

Tanyakan kepada diri sendiri, “Apakah metode ini merupakan cara yang tepat, masuk akal untuk menyelesaikan masalah?” Bayangkan cara lain yang memungkinkan untuk membuat percobaan atau menyusun penyelidikan, dan catat setiap perbaikan yang dapat dilakukan penulis.

Misalnya, Anda mungkin mengamati bahwa subjek dalam studi medis tidak secara akurat mewakili populasi yang beragam.

4. Menilai bagaimana artikel menyajikan data dan hasil

Putuskan apakah tabel, diagram, legenda, dan alat bantu visual lainnya secara efektif mengatur informasi. Apakah bagian hasil dan diskusi dengan jelas merangkum dan menginterpretasikan data? Apakah tabel dan gambar yang dicantumkan sudah sesuai atau berlebihan?. Misalnya, Anda mungkin menemukan bahwa daftar tabel terlalu banyak data yang tidak tercerna sehingga penulis tidak meringkas dengan memadai dalam teks.

5. Mengevaluasi bukti dan analisis non-ilmiah

Untuk artikel non-ilmiah, putuskan seberapa baik artikel menyajikan bukti yang mendukung argumennya. Apakah bukti itu relevan, dan apakah artikel itu secara meyakinkan menganalisis dan menafsirkan bukti?. Misalnya, jika Anda meninjau artikel sejarah seni, putuskan apakah itu menganalisis sebuah karya seni secara wajar atau hanya melompat ke kesimpulan.

6. Nilai gaya penulisan

Bahkan jika itu ditujukan untuk audiens khusus, gaya penulisan artikel harus jelas, singkat, dan benar. Evaluasi gaya dengan bertanya pada diri sendiri hal berikut:
  • Apakah bahasanya jelas dan tidak ambigu, atau apakah jargon yang berlebihan mengganggu kemampuannya untuk membuat argumen?
  • Apakah ada tulisan yang terlalu bertele-tele? Bisakah ada ide yang dinyatakan dengan cara yang lebih sederhana?
  • Apakah tata bahasa, tanda baca, dan terminologi yang digunakan sudah benar?


C. Menulis Ulasan Anda
Untuk tahapan dalam menulisnya antara lain sebagai berikut;

1. Garis besar ulasan Anda

Lihat catatan yang Anda ambil dalam evaluasi bagian demi bagian Anda. Buatlah tesis, kemudian uraikan bagaimana Anda bermaksud mendukung tesis Anda dalam tubuh ulasan Anda. Masukkan contoh spesifik yang merujuk pada kekuatan dan kelemahan yang Anda catat dalam evaluasi Anda.

Tesis dan bukti Anda harus konstruktif dan bijaksana. Tunjukkan baik kekuatan maupun kelemahan, dan usulkan solusi alternatif alih-alih hanya berfokus pada kelemahan. Tesis konstruktif yang baik adalah, “Artikel tersebut menunjukkan bahwa obat tersebut bekerja lebih baik daripada plasebo dalam demografi tertentu, tetapi penelitian di masa depan yang mencakup pengambilan sampel subjek yang lebih beragam diperlukan.”

2. Tulis draf pertama ulasan Anda

Setelah membuat tesis dan membuat garis besar, Anda siap untuk mulai menyusun ulasan Anda. Meskipun strukturnya akan tergantung pada pedoman publikasi Anda, Anda biasanya dapat mengikuti panduan umum ini:
  • Pendahuluan merangkum artikel dan menyatakan tesis Anda.
  • Badan memberikan contoh spesifik dari teks yang mendukung tesis Anda.
  • Kesimpulannya merangkum ulasan Anda, menyatakan kembali tesis Anda, dan menawarkan saran untuk penelitian masa depan.


3. Perbaiki draft Anda sebelum mengirimkannya

Setelah menulis draf pertama Anda, periksa untuk salah ketik dan pastikan tata bahasa dan tanda baca Anda sudah benar. Cobalah membaca karya Anda seolah-olah Anda adalah orang lain. Apakah kritik Anda adil dan seimbang, dan apakah contoh yang Anda masukkan mendukung argumen Anda?

Pastikan tulisan Anda jelas, ringkas, dan logis. Jika Anda menyebutkan bahwa sebuah artikel terlalu bertele-tele, tulisan Anda sendiri tidak boleh penuh dengan istilah dan kalimat yang rumit dan tidak perlu. Jika memungkinkan, mintalah seseorang yang akrab dengan topik tersebut membaca konsep Anda dan memberikan umpan balik. (Sumber)

Jika sobat memerlukan contoh video tutorialnya silahkan di bawah ini.


III. CONTOH REVIEW JURNAL

Dibawah ini adalah salah satu jurnal yang akan saya coba review :



Berikut contoh hasil reviewnya :

Nama                    :    Andri Pramiadi
NIM                      :    19861004
Mata Kuliah        :    Multimedia Pembelajaran

REVIEW JURNAL
MULTIMEDIA INTERAKTIF SEBAGAI MEDIA VISUALISASI DASAR-DASAR ANIMASI

Judul
MULTIMEDIA INTERAKTIF SEBAGAI MEDIA VISUALISASI DASAR-DASAR ANIMASI
Jurnal
JKTP Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan
Volume dan halaman
Vol 2 No (3) Halaman 6
Bulan / Tahun
Agustus / 2019
Penulis
Firdausy Armansyah, Sulton, Sulthoni
Reviewer
Andri Pramiadi
Tanggal
22 April 2020
Tujuan Penelitian
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efektifitas hasil belajar sebelum dan sesudah pemakaian multimedia di kelas XI Animasi SMKN 5 Malang
Subjek Penelitian
27 siswa kelas XI Animasi SMKN 5 Malang
Assesment Data
1.    Wawancara
2.    Angket
3.    Pretest
4.    Post Test
Metode Penelitian
analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi
Objek Penelitian
Penggunaan Multimedia Interaktif (cover, tujuan pembelajaran, daftar materi, tampilan materi, closing)
Hasil Penelitian
Nilai pre-test subjek penelitian mendapatkan nilai rata-rata 46,8 dan mendapatkan nilai rata-rata 72,7 pada saat post-test. Hasil ini menunjukkan bahwa multimedia interaktif yang dikembangkan cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik
Kelebihan Penelitian
Penggunaan bahasa mudah dipahami, isi jurnal cukup singkat dan jelas, metode analisis relatif komprehensif dengan menggunakan data kuantitatif dan kualitatif.
Kekurangan Penelitian
Tidak dijelaskan multimedia interaktif seperti apa yang digunakan
Review/Komentar
Secara keseluruhan jurnal ini sangat baik dalam mendeskripsikan proses penelitian, analisis data yang digunakan cukup lengkap sehingga memberi keyakinan bahwa penelitian ini menghasilkan data yang objektif dan valid.
Regards 💪
selengkapnya » Tutorial dan Contoh Review Jurnal

Membuat quiz mobile learning dengan ispring suite 8

Proses pembuatan quiz mobile learning ini pada dasarnya sama dengan membuat quiz multimedia interaktif dengan menggunakan ispring suite 8, untuk lebih jelasnya silahkan sobat klik saja link yang di bold tersebut. Perbedaannya hanya terletak pada saat mempublish quiz tersebut saja.

Jika quiz multimedia interaktif dipublish pada format executable (di langkah kelima) maka quiz mobile learning ini dipublish ke format html5, hal ini karena nantinya file ini dimaksudkan untuk dibuka oleh browser di smartphone, berikut langkah-langkahnya.

Dari langkah kesatu sampai keempat silahkan sobat lihat di artikel membuat quiz multimedia interaktif dengan menggunakan ispring suite 8 ini (klik saja)

Langkah selanjutnya klik Publish, pilih html5, pada tab properties pilih none, apply and close lalu klik publish.

lalu tunggu hingga proses selesai

Jika sudah nanti hasilnya seperti ini 

Silahkan copy paste file-file tersebut ke smartphone sobat kemudian cara membuka nya adalah dengan mengklik file index menggunakan browser firefox (diutamakan) karena apabila menggunakan chrome biasanya harus dirubah dulu setting flashnya jadi agak ribet he he

File ini juga sebetulnya bisa digunakan secara online, hanya kita harus menyimpannya di sebuah web yang menyediakan hosting file, tapi itu biasanya berbayar he he, bagi yang membutuhkan contoh file nya silahkan donwload disini.

Selamat mencoba, regards 😄
selengkapnya » Membuat quiz mobile learning dengan ispring suite 8

Membuat quiz multimedia interaktif dengan ispring suite 8

Quiz multimedia interaktif adalah quiz yang bisa kita buka melalui PC/desktop, berikut langkah-langkahnya :
Langkah pertama
Siapkan 10 soal multiple choice (optional) kemudian silahkan buka slide baru di powerpoint (yang sudah terinstall ispring suite 8 tentunya), lalu klik quiz, jika ada tampilan seperti ini pilih YES

Langkah Kedua
Klik Grade Quiz, lalu klik pada tombol segitiga kecil di kanan bawah graded quiz => multiple choice seperti di bawah ini

Langkah Ketiga
Silahkan masukkan soal dan jawaban yang sudah sobat buat tadi di langkah pertama. Untuk menambahkan alternatif pililah jawaban sobat klik simbol (+) berwarna hijau di samping kanan kotak, untuk menandai jawaban yang benar tempatkan simbol checklist pada jawaban yang benar. Sobat juga bisa menambahkan gambar, video ataupun audio melalui menu insert di kotak sebelah kanan

Langkah Keempat
Untuk menambahkan soal lagi sobat ulangi langkah keempat di atas, dialog box untuk soal baru nanti akan otomatis berada di bawah soal pertama, silahkan isi kembali soal kedua dan seterusnya, jika sudah selesai mengentry soal, anda bisa mengatur skala kelulusan peserta tes, di table properties dan passing grade, setelah itu klik Save And Return to Course dan sobat akan kembali ke powerpoint tadi.

Langkah kelima
Klik Publish, pada tab general pilih executable (exe), pada tab properties pilih universal (presentation) seperti gambar di bawah ini

kemudian klik tab Playback and Navigation => Pastikan yang dicentang hanya item START saja seperti di gambar

lalu klik Publish => tunggu hingga proses selesai.

Secara default hasil filenya nanti akan benama movie dan berekstensi exe. Bagi sobat yang ingin melihat contoh hasilnya bisa didownload Disini.
Selamat Mencoba! Regards!


selengkapnya » Membuat quiz multimedia interaktif dengan ispring suite 8

Statistik