Menulis?

Saya sering beranggapan bahwa bahasa fikiran itu kadang terlalu rumit untuk diterjemahkan kedalam sebuah tulisan, sayangnya saya sendiri tidak punya argumentasi logis untuk menjelaskan hal itu, tapi....saya tetap menulis.

Kata orang menulis itu memerlukan kecakapan khusus, seperti montir mobil, bengkel elektronik, merayu perempuan dan sebagainya, bahkan kata orang tulisan yang baik itu mampu merubah sebuah peradaban. Tapi saya menulis saja, kendati menulis bukan keahlian dan saya tidak punya kepentingan apapun dengan yang namanya peradaban...

Saya menulis karena saya percaya bahwa menulis itu seperti halnya bernyanyi, adalah ekspresi jiwa. Ketika bernyanyi kita tidak perlu orang lain untuk tahu sejauh mana suara kita enak atau tidak enak didengar. Begitu juga dengan tulisan ini, anda tidak komentari pun saya sudah tahu seperti apa komentar anda tentangnya. Tapi maaf ya, tulisan ini tidak akan saya perjual-belikan...

Saya menulis dan tidak akan menyesal karenanya. Seperti kata seorang teman: menulis untuk menghibur diri, dan menurut saya itu benar. Tentu saja ada banyak pilihan di luar sana kalau alasannya sekedar untuk menghibur diri, olah raga, main game, dugem, nge-band, mancing, golf, hiking, surfing, demonstrasi, stadium general, seminar, pengajian, onani....

Yang terakhir saya sebut itu mungkin terdengar (terbaca) menyakitkan, bukankah itu soal privacy? Tepat sekali, ini soal pilihan pribadi saja. Bahkan untuk sedikit menghargai kebebasan, saya lebih suka mendengar anda menyebut tulisan ini onani wacana ketimbang saya dilarang menyebut kata 'onani' di sini. Lagipula di Indonesia ini sepengetahuan saya belum ada undang-undang yang mengatur apa saja yang boleh dan tidak boleh ditulis oleh oleh seorang blogger freelance .

Lantas kenapa saya publish di internet, bukankah kata 'onani' itu bisa terbaca oleh anak kecil? bukankah tulisan saya ini bisa menyinggung perasaan orang lain? bukankah masih banyak hal berguna lain yang bisa saya tulis ? Untuk itu saya jawab sekali saja, ini blog saya .

Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih pada seorang blogger yang tulisannya telah menginspirasi sekaligus mengingatkan saya pada masa dulu ketika masih suka menulis di bulletin kampus. Salah seorang teman dari sana bahkan telah benar-benar mendedikasikan dirinya menjadi seorang penulis. Ayolah siapa juga yang ingin jadi penulis, saya cuma menulis .  Seorang penulis tentu akan membuat prakatanya setelah tulisan selesai, sedangkan saya membuatnya sebelum tulisan utama dibuat.

Jika sampai paragraf ini ada yang bertanya apa sebenarnya yang ingin saya tulis, itu pertanyaan yang sangat bagus sebab pertanyaan kita sama, dan jika anda merasa tulisan ini telah membuat waktu anda yang berharga terbuang percuma untuk membacanya, saya mohon maaf.....Untuk itu saya persilahkan anda menyampaikan rasa penyesalan yang sebesar-besarnya di kolom komentar , jika sempat saya pasti membalasnya.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog absurd ini, mudah-mudahan tulisan ini bisa menularkan sedikit inspirasi absurd-nya di blog anda sendiri . Keep posting dan salam blogger.
Comments
2 Comments

2 komentar :

  1. Waduh, tersanjung sekali saya gan. Terima kasih apresiasinya. Salam Onani!!!

    BalasHapus
  2. he he makasih visit baliknya gan

    BalasHapus

Jika anda menyukai artikel di atas silahkan share atau tinggalkan komentar. Mohon maaf, untuk menghindari spam, komentar yang menyertakan live link akan dihapus.

Statistik