Pengaruh fikiran dan kata-kata

Manusia merupakan makhluk yang berfikir dan berbicara, kemudian dengan itu dia berkomunikasi dengan sesamanya dan juga alam. Tapi tahukah sobat bahwa kata-kata dan fikiran manusia juga berpengaruh pada alam sekitar. Jika sobat penasaran dengan maksud perkataan ini, saya mengajak sobat untuk melakukan semacam eksperimen.


  1. Ambil sebongkah nasi yang sudah didiamkan semalaman lalu masukkan ke dalam dua toples berbeda dengan takaran sama. Kita namai saja toples A dan Toples B.
  2. Masing-masing toples ditempeli tulisan sebagai berikut:
Toples A : “ Kamu Pintar, Cerdas, Tampan, Baik, Rajin, Sabar, Aku Sayang Padamu, Aku Senang Sekali Melihatmu, Aku Ingin Selalu di dekatmu, I LOVE YOU, Terima Kasih.
 Toples B : “ Kamu Bodoh, Goblok, Jelek, Jahat, Malas, Pemarah, Aku Benci Melihatmu, Aku tidak mau dekat dekat kamu “

Simpan kedua toples tersebut secara terpisah pada tempat sering dikunjungi di rumah, lalu setiap kali melihatnya bacalah tulisan pada kedua toples itu. Dan lihat, inilah yang terjadi setelah seminggu kemudian :




Nasi pada toples B yang dibacakan kata-kata Negatif ternyata cepat sekali membusuk, berwarna hitam dan berbau yg tidak sedap. Sedangkan nasi pada toples A yang dibacakan kata-kata positif masih berwarna putih kekuningan dan baunya harum seperti ragi.

Penasaran mengapa demikian? berikut jawabannya. Seorang peneliti Jepang, Dr. Masaru Emoto membuktikan kata – kata memiliki daya yang luar bisa dalam proses penciptaan, kata-kata juga mampu mempengaruhi situasi dan kondisi yang akan sobat alami. Di dalam bukunya “The True Power of Water” Masaru Emoto membuktikan bahwa kata apapun baik yang diucapkan atau tidak diucapkan akan mempengaruhi molekul air. Melalui metode fotografi Kristal ia membuktikan bahwa air yang diberi tulisan “Hope” akan membentuk Kristal Heksagonal yang indah, sedangkan air yang diberi tulisan “You fool” akan merusak dan menghancurkan Kristal air tersebut. Di dalam buku tersebut beliau mengupas secara komprehensif penelitian tersebut.

Ini merupakan bukti ilmiah tentang pengaruh fikiran dan kata – kata pada alam. Wajar sekali jika kita bertanya-tanya, jika pada alam saja demikian pengaruhnya apalagi pada diri kita sendiri. Bagaimana fikiran dan kata-kata itu berpengaruh pada sisi psikologis dan kesehatan tubuh kita sendiri. Mereka yang senantiasa berfikir positif sering kali mudah menemukan solusi untuk permasalahan yang mereka hadapi. Sedangkan yang berfikir negatif, alih-alih menemukan ide konstruktif untuk suatu masalah seringkali justru malah dihadapkan pada masalah yang lebih berat karena kesalahan berfikir sebelumnya.

Pada lain kasus misalnya kita lihat perkembangan fisik secara umum pada orang-orang yang sering berfikir positif ialah kesehatannya cenderung stabil, berbeda dengan  yang orang yang sedang dirundung masalah dan secara tidak sadar terlena dengan fikiran-fikiran negatif, tidak jarang kita temukan kasus sakit berkepanjangan bahkan meninggal dunia.

Berhubungan dengan perbedaan karateristik cara berfikir di atas, berikut sedikit tulisan yang berhasil saya himpun dari simbah :

Agar kita bisa menghindari pikiran negatif dan membiasakan diri berfikir positif terlebih dahulu kita harus mengetahui sebab, ciri dan akibat dari pola fikir negatif dan positif.

A. Sebab-sebab pikiran negatif :
  1. Kejadian masa lalu yang membuat kita selalu merasa takut dan ragu sehingga kita tidak berani untuk mencoba hal baru yang bermanfaat positif tentunya.
  2. Keinginan yang lemah atau bahkan tidak memiliki tujuan yang jelas.
  3. Rutinitas negatif misalnya menonton televisi dan main game selama berjam-jam setiap harinya.
  4. Generalisasi, artinya menghubungkan-hubungkan sesuatu yang sebenarnya tidak berkaitan satu sama lain.
  5. Salah Persepsi, ini karena kegagalan menilai sesuatu secara objektif.
  6. Pengaruh internal,seperti kegiatan yang menghakimi diri sendiri dengan pikiran-pikiran negatif.
  7. Pengaruh eksternal, seperti tinggal di lingkungan yang tidak sehat atau hidup bersama orang-orang yang berperilaku buruk.
Ciri-ciri orang berpikiran Negatif :
  1. Mudah meyakini pada yang negatif dan melihat segala sesuatu dari sisi negatif.
  2. Takut akan perubahan
  3. Selalu mengeluh
  4. Selalu merasa paling benar, paling berkuasa tapi rendah diri pada lingkungan tertentu
  5. Menganggap masalah sebagai permanen
  6. Mempertahankan Status Quo
  7. Berfikir instant.
  8. Memiliki tujuan yang tidak realistis
  9. Selalu punya alasan tersembunyi atau tidak tidak jujur
  10. Hanya fokus pada kesenangannya
  11. cenderung egois, sombong, dan arogan.
  12. Mementingkan kepentigan pribadi
  13. Mudah marah
  14. Senang menggunjing
  15. Diliputi rasa kecemasan, frustasi dan ketakutan.

Efek pikiran negatif :
  1. Mudah mencela, mengkritik, dan membanding-bandingkan.
  2. Suka Menghindar dari masalah yang sedang dihadapi
Setelah kita mengetahui penyebab, ciri dan efek berfikir negatif, maka kita bisa memahami dan menerapkan pikiran positif.

B. Hal-hal yang memicu berpikir positif :
  1. Pengaruh orang lain yang berhasil dan sukses karena mengembangkan pikiran positif sehingga kita terpacu untuk berpikir positif
  2. Telah terbiasa atau membiasakan diri berpikir positif sehingga selalu berpikir positif
Ciri-ciri orang yang berpikir positif :
  1. Percaya diri
  2. Memiliki nilai-nilai dan prinsip hidup yang baik dan positif
  3. Fokus pada solusi, bukan masalah
  4. Hidup dengan cita-cita dan pantang menyerah
  5. Mudah bergaul
  6. Menerima diri sendiri
  7. Meneladani orang-orang yang telah sukses karena pikiran dan sikap positif mereka.
  8. Mampu melihat dari sudut pandang / sisi orang lain
  9. Fokus pada tujuan.
  10. Berbaik sangka
  11. Tidak suka bergunjing hal yang tidak berguna
  12. Menjauhkan diri dari hal-hal yang mendatangkan pikiran-pikiran negatif
Demikian mudah-mudahan bermanfa'at, semangat dan salam blogger.
Dari berbagai sumber.
Comments
0 Comments

0 komentar :

Posting Komentar

Jika anda menyukai artikel di atas silahkan share atau tinggalkan komentar. Mohon maaf, untuk menghindari spam, komentar yang menyertakan live link akan dihapus.

Statistik